Friday, January 11, 2013

LANGKAH CARA BETERNAK KAMBING YANG BAIK

Cara betrenak kambing 1 ; Memilih bibit yang baik

Pejantan
Kondisi tubuh sehat, tubuh besar (sesuai umur), bulu bersih dan mengkilap, badan panjang, kaki lurus, tidak cacat, tumit tinggi, penampilan gagah, aktif dan nafsu kawin tinggi, mudah ereksi, buah zakar normal (2 buah, sama besar dan kenyal).

Betina
Kondisi tubuh sehat, tidak terlalu gemuk dan tidak cacat, bulu bersih dan mengkilap, alat kelamin normal, mempunyai sifat keibuan (mengasuh anak dengan baik), ambing (buah susu) normal (halus kenyal tidak terinfeksi atau terjadi pembengkakan).
Cara beternak kambing 2 ; mengatur perkawinan kambing

Kambing telah dewasa kelamin dapat dikawinkan. Kambing dewasa kelamin umumnya pada umur 6-8 bulan (sudah mulai birahi). Umur dapat diketahui dengan catatan kelahiran atau dapat dilihat dari giginya. Umur pertama kali dikawinkan 10–12 bulan untuk kambing betina, sedangkan umur lebih dari 1 tahun untuk kambing jantan.

Tanda-tanda birahi pada kambing betina ;
-   Gelisah
-   Alat kelamin bagian luar bengkak, basah, merah dan hangat.
-   Ekor digerak-gerakan.
-   Diam bila dinaiki oleh pejantan.
-   Nafsu makan berkurang.
Lama berahi sekitar 30 jam, sedangkan siklus birahi sekitar 17 hari.

Cara beternak kambing 3 ; mengetahui waktu untuk mengawinkan
Waktu mengawinkan yang tepat adalah 12-18 jam setelah terlihat tanda-tanda birahi, untuk memudahkan proses kawin dan mengurangi resiko kegagalan, maka kambing betina dan pejantan dikandangkan dalam satu kandang, hindarkan terjadinya perkawainan anatara saudara, anak dengan bapak dan induk dengan anak.
Cara beternak kambing 4 ; menangani kelahiran dengan benar
Kambing yang akan melahirkan nampak gelisah, menggaruk-garuk tanah/lantai kandang, mengembik, pinggul mengendur, kambing sangat besar dan bila dipecet keluar cairan (kolostrum), alat kelamin membengkak dan nafsu makan turun.
Cara beternak kambing 5 : Perawatan anak kambing
Kambing yang habis melahirkan kadang-kadang kurang perhatian terhadap anak yang baru saja dilahirkan, apabila induk tidak mau menyusui, dekatkan induk pada anaknya sehingga anak kambing dapat menyusu, jika induk tetap tidak mau menyusui, anak kambing dapat diberi susu buatan. Susu buatan ini dapat dibuat dari susu bubuk putih, gula 1 sendok teh, 1 butir telur ayam dan 1 cangkir air matang, susu buatan ini diberikan dua kali sehari sampai induk mau menyusui sendiri.
Cara beternak kambing 6 : Menyusui
Kambing akan menysusi selama 2,5 – 3 bulan, pada sistem peternakan tradisional dapat sampai 5-6 bulan
Cara beternak kambing 7 : Pendugaan umur
Umur kambing dapat diperkirakan dari gigi yang tumbuh :
-         Semua gigi belum permanen (umur kurang dari 1 tahun)
-         Satu pasang gigi permanen (umur 1-2 tahun)
-         Dua pasang gigi permanen (umur 2-3 tahun)
-         Tiga pasang gigi permanen (umur 3-4 tahun)
-         Seluruh gigi permanen (umur 4-5 tahun)
Cara beternak kambing 8 : Memberikan pakan yang baik
Pakan kambing secara umum dapat dibagi menjadi dua, yaitu pakan hijauan dan konsentrat. Pakan hijauan dapat berupa rumput alam, rumput yang dibudidayakan dan daun kacang-kacangan, sedangkan pakan konsentrat dapat berupa dedak padi.
Rumput merupakan sumber tenaga atau energi bagi ternak kambing. Jenis rumput yang umum diberikan ternak adalah rumput alam (rumput lapangan). Jenis rumput yang dibudidayakan (ditanam) antara lain: rumput setaria, brachiaria dan clitoria ternatea. Selain rumput, sisa hasil pertanian juga dapat digunakan sebagai sumber tenaga atau energi antara lain: dedak padi, kulit dan daun singkong, daun pepaya, batang kangkung, daun jagung dan jerami padi. Pakan sebagai sumber protein yang baik untuk pertumbuhan kambing antara lain: daun kacang tanah, daun kacang panjang, daun kedelai, daun gamal, daun turi, daun lamtoro dan daun kaliandra.
Pakan hijauan: 10% dari berat badan Pakan konsentrat: 0,5 kg Jika hanya diberi pakan hijauan, maka pakan hijauan tersebut diberikan dengan jumlah 10% dari berat badan dengan susunan pakan sebagai berikut:
a.   Kambing Dewasa: 1 bagian daun + 3 bagian rumput
b.   Kambing yang akan dikawinkan: 2 bagian daun berprotein + 3 bagian rumput
c.   Kambing bunting: 3 bagian daun + 3 bagian rumput
Mineral dibutuhkan untuk meningkatkan pertumbuhan dan menjaga kondisi tumbuh supaya tetap sehat. Garam dapur merupakan salah satu sumber mineral. Selain itu mineral yang lain dapat dibeli di toko pertanian.
Cara Pemberian
a.   Siapkan ruas bambu dengan panjang 40-50 cm, kemudian kupas kulit luarnya.
b.   Lubangi kecil-kecil pada bagian bawahnya.
c.   Masukan garam dapur atau mineral jadi ke dalam ruas bambu sampai penuh.
d.   Masukkan air kurang lebih setengah gelas ke dalam ruas bambu yang sudah diisi
garam atau mineral.
e.   Gantungkan bambu tersebut di dinding kandang.
Air minum dapat diberikan dengan wadah ember atau tempat yang bersih dan diberikan sepanjang hari.
Cara beternak kambing 9 : Mempersiapkan dan merawat kandang yang sehat
Kandang diusahakan menghadap ke timur agar memenuhi persyaratan kesehatan  ternak. Bahan yang digunakan harus kuat, murah dan tersedia di lokasi. Kandang dibuat panggung dan beratap dengan tempat pakan dan minum. Dinding kandang harus mempunyai ventilasi (lubang angin) agar sirkulasi udara lebih baik.
Kambing sebaiknya dipelihara dalam kandang untuk:
a.   Memudahkan dalam pengawasan terhadap kambing yang sakit atau yang sedang
dalam masa kebuntingan.
b.    Memudahkan dalam pemberian pakan.
c.    Menjaga keamanan ternak.
Ukuran Kandang
-    Anak: 1 X 1,2 m /2 ekor (lepas sapih)
-    Jantan dewasa: 1,2 X 1,2 m/ ekor
-    Dara/ Betina dewasa:1 X 1,2 m /ekor
-    Induk dan anak: 1,5 X 1,5 m/induk + 2 anak
Cara beternak kambing 10 :  Dapat mengenali penyakit dan tahu cara mengatasinya
Penyakit Cacingan
Penyebab
Penyakit cacingan pada kambing dapat disebabkan oleh cacing gilig, pipih dan cacing  pita.
Gejala
Kambing semakin kurus, bulu berdiri dan kusam, nafsu makan berkurang, kambing terlihat pucat, kotoran lembek sampai mencret.
Penanganan
1.   Obat tradisional
a.   Daun nanas yang dikeringkan dan dihaluskan, kemudian ditimbang 300 mg untuk 1
kg berat badan kambing, dicampur air, selanjutnya diminumkan dan diulang 10 hari
sekali (jangan diberikan pada ternak bunting).
b.   Daun nanas segar dihilangkan durinya, ditimbang 600 mg untuk 1 kg berat badan
kambing, kemudian diberikan pada kambing dan diulang 10 hari sekali (jangan
diberikan pada ternak bunting).
2.    Obat pabrikan
Biasanya menggunakan albendazole, valbanzen atau ivermectin yang diulang setiap 3
bulan sekali.
Pencegahan
a.   Jagalah kandang tetap bersih dan kering.
b.    Buanglah kotoran, sampah dan sisa pakan jauh dari lokasi kandang atau dibuat
kompos.
c.    Jangan menggembalakan kambing pada pagi hari dan pada satu area (usahakan
berpindah-pindah).
d.     Jangan berikan rumput yang masih berembun.
e.      Sabitlah rumput 2-3 cm di atas permukaan tanah.
Penyakit Kudis (Scabies/Kurap)
Penyebab
Parasit kulit (Sarcoptes sp)
Gejala
a.    Kulit merah dan menebal.
b.    Gatal dan gelisah, sering menggaruk-garukkan kulit yang terinfeksi pada dinding
kandang.
c.     Bulu rontok.
d.     Bagian tubuh yang sering diserang muka, telinga, pangkal ekor dan leher.
Penanganan
1.    Obat tradisional
a.    Oli 1 cangkir + cuka 1 sendok makan + belerang yang sudah dihaluskan 1 sendok
makan atau 4 siung bawang merah yang sudah dihaluskan, kemudian semua bahan
dicampur dan oleskan 2x sehari pada kulit kambing sampai sembuh.
b.     Belerang dihaluskan 3 sendok makan + 1 sendok makan minyak goreng oleskan 2x
sehari sampai sembuh.
2.    Obat pabrikan
Suntik dengan Ivermectin secara sub cutan (dibawah kulit).
Pencegahan
a.    Jauhkan kambing sakit dengan kambing sehat.
b.    Bersihkan kandang setiap hari, lebih baik lagi menggunakan sabun atau zat pembersih kandang.
c.    Jagalah kebersihan kambing dengan memandikan kambing dengan larutan asumtol  2%.
d.     Mencuci tangan sebelum dan sesudah bersentuhan dengan kambing.
Diare
Penyebab
Pakan berjamur atau terlalu muda, bakteri, virus dan protozoa.
Gejala
a.    Kotoran encer dan warnanya hijau terang/hijau gelap sampai hijau kekuningan.
b.    Kambing lemas, bila dibiarkan dapat menyebabkan kematian.
c.    Bulu-bulu sekitar dubur kotor akibat kotoran.
Penanganan
a.    Pisahkan kambing sakit dari kambing sehat.
b.    Berikan larutan oralit, larutkan 2 sendok makan garam + 2 sendok makan gula dalam
2,5 liter air dingin yang sudah dimasak.
c.    Bila keadaannya tidak membaik segera hubungi petugas kesehatan hewan (dokter
hewan).
Pencegahan
a.    Hindari pemberian pakan yang menyebabkan diare.
b.    Jagalah kandang tetap bersih.
Keracunan
Penyebab
Tanaman beracun atau tanaman yang tercemar pestisida.
Gejala
Mulut berbusa, kejang-kejang, muka kemerahan dan bengkak, diare berdarah, dan
kematian mendadak.
Penanganan
a.    Berikan air kelapa.
b.    Berikan norit 2-3 tablet.
c.    Hubungi petugas kesehatan hewan (dokter hewan).
Pencegahan
a.    Jangan menggembalakan kambing di tempat yang banyak tanaman beracun.
b.    Jauhkan kambing dari sawah atau ladang yang sedang dipupukan atau disemprot
pestisida.
Kembung Perut
Penyebab
Gas yang ditimbulkan oleh makanan (rumput muda).
Gejala
Perut sebelah kiri membesar, napas pendek dan cepat, tidak mau makan.
Penanganan
Berikan larutan gula merah dan asam jawa, keluarkan gas dengan cara mengurut-urut
perut kambing.
Pencegahan
Jangan diberi rumput muda.

Cara Menggemukkan Kambing Gibas



Peternakan kambing gibas Indonesia sebagian besar menggunakan cara tradisional. Di angon, dicarikan rumput dan panen kebanyak hanya 2 kali setahun, saat ada acara qurban atau saat tahun ajaran baru sekolah. Metode peternakan cara tradisional ini tidak efektif. Selain lama dari segi waktu ongkos oprasional juga cukup tinggi
Penggemukan
Penggemukan kambing/Gibas adalah pemeliharaan kambing/Gibas dewasa dalam keadaan kurus untuk ditingkatkan barata badannya melalui pembesaran daging dalam waktu relatif singkat (3-5 bulan) pertambahan berat badan bisa mencapai 2-3 kilo per minggu.
Jenis-jenis kambing dan Gibas potong
  1. Kambing Peranakan Etawa (PE): Kambing ini pada dasarnya adalah penghasil susu, selain itu juga sebagai penghasil daging, terutama setelah masa afkir. Kambing Etawa ini bagian hidung ke atas melengkung, panjang telinga antara 15-30 cm, menggantung ke bawah dan sedikit kaku, warna bulu bervariasi antara hitam dan coklat, bulu tebal dan agak panjang dibawah leher dan pundak (jantan), di bagian bawah ekor (betina)
  2. Kambing kacang: Kambing jenis ini cirinya badan kecil dan relatif pendek, telinga pendek dan tegak, jantan dan betina memiliki tanduk, leher pendek dan punggung meninggi, warna bulu bervariasi, ada yang hitam, coklat, merah atau belang hitam-putih.
  3. Gibas Ekor Gemuk: Kambing gibas ini ber ciri bentuk ekor yang panjang, tebal, besar dan semakin ke ujung makin kecil, tidak mempunyai tanduk, sebagian besar bewarna putih, kadang hitam atau kecoklatan
  4. Gibas Ekor Tipis: Kambing gibas ekor tipis ini memiliki ciri tubuh yang kecil, ekor relatif kecil dan tipis, bulu bewarna putih, bertanduk kecil dan melingkar (jantan), tidak bertanduk (betina),

Pemilihan bibit
Bibit bakalan yang baik untuk pengggemukan adalah sebagai berikut :
  1. umur antara 4 bulan – 8 bulan
  2. Ukuran badan normal, sehat, bulu bersih dan mengkilap, garis punggung dan pinggang lurus
  3. Keempat kaki lurus, kokoh dan tumit terlihat tinggi
  4. Tidak ada cacat pada bagian tubuhnya, tidak buta
  5. Hidung bersih, mata tajam dan bersih serta anus  bersih

Tata Laksana Pemeliharaan
Perkandangan
      Pada umumnya tipe kandang pada ternak Kado adalah berbentuk panggung, konstruksinya dibuat panggung atau di bawah lantai kandang terdapat kolong untuk menampung kotoran. Adanya kolong dapat menghindari kebecekan dan kontak langsung dengan tanah yang mungkin tercemar penyakit. Lantai kandang ditinggikan antara 50 – 80 cm. Bak pakan dapat ditempelkan pada dinding. Ketinggian bak pakan untuk kambing dan Gibas berbeda. Bak pakan untuk kambing dibuat agak tinggi, kira-kira sebahunya karena kebiasaan kambing memakan daun-daun perdu. Untuk Gibas, dasar bak pakan horizontal dengan lantai kandang karena kebiasaan Gibas merumput. Lantai kandang dibuat dari kayu papan atau belahan bambu yang disusun dengan jarak 2-3 cm. Dengan demikian, kotoran dan air kencing mudah jatuh pada kolong, sementara tracak/kaki kado tidak terpelosok/terjepit.
Ukuran Kandang :
1,2 m X 1,2 m /3 ekor
      Dasar kolong kandang digali sedalam ±20 cm dibagian pinggirnya dan 30-50 cm pada bagian tengah serta dibuatkan saluran yang menuju bak penampung kotoran. Kotoran kemudian dapat diproses untuk menjadi pupuk kandang. Kebersihan kandang wajib dijaga.

Pakan
      Pakan utama yang umum diberikan berupa hijauan segar, seperti rumput, legum(daun lamtoro dan turi, dll) atau aneka hijauan (daun singkong (protein cukup tinggi), daun nangka dan daun pepaya). Khusus legume dan aneka hijauan sebelum diberi pada ternak sebaiknya dilayukan terlebih dahulu 2-3 jam dibawah terik matahari untuk menghilangkan racun yang ada dalam hijauan tersebut.
      Selain pakan hijauan, kita menggunakan pakan prebiotik. Dari bahan pakan yang kering. Dengan teknik tertentu kita akan mendapatkan hasil yang lebih baik daripada pakan konvensional. Selain pakannya murah, mudah didapat hasilnya juga memuaskan. Hemat waktu, hemat tenaga dan biaya, bebas angon dan ngarit kotorannya tidak berbau.

Apa itu kambing ETAWA

Kambing Etawa adalah kambing didatangkan dari India yang juga disebut kambing Jamnapari. Tinggi kambing Etawa jantan berkisar antara 90 sentimeter hingga 127 sentimeter dan yang Etawa betina hanya mencapai 92 sentimeter. Bobot Etawa jantan bisa mencapai 91 kilogram, sedangkan Etawa betina hanya mencapai 63 kilogram. Telinganya panjang dan terkulai ke bawah. Dahi dan hidungnya cembung. Baik Etawa jantan maupun Etawa betina bertanduk pendek. Kambing jenis ini mampu menghasilkan susu hingga tiga liter per hari. Keturunan silangan (hibrida) kambing Etawa dengan kambing lokal dikenal sebagai kambing “Peranakan Etawa” atau “PE”. Kambing PE berukuran hampir sama dengan Etawa namun lebih adaptif terhadap lingkungan lokal Indonesia sehingga mudah untuk di kembang biakkan. 
Susu kambing Etawa menyehatkan tubuh dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi, karena nutrisinya yang bagus juga rasanya enak. Disamping itu dagingnya juga lebih banyak dibanding kambing biasa karena memang ukuran tubuh Etawa jauh lebih besar. Bisnis kambing Etawa menguntungkan dan prospeknya bagus. 
Dengan penggemukan metode HCS ini, kambing Etawa atau Peranakan Etawa menjadi lebih mudah dilakukan, yaitu Menggunakan pakan fermentasi yang hasilnya, selain masa panen yang relatif cepat, hasilnya juga bagus. Kabar baiknya kambing gibas yang juga menggunakan fermentasi ala HCS porsi lemaknya jauh berkurang dan berani di adu dengan Etawa atau peranakan Etawa. Sehingga dagingnya low colesterol. Tetap sehat untuk disantap. 

Fermentasi ini tanpa menggunakan urea, jadi lebih aman bagi kambing dan hasilnya cepat 3-24 jam.

Selamat mencoba ternak kambing etawa dengan pakan fermentasi, mudah murah menguntungkan.

Perbedaan Antara Kambing Dan Domba

Perbedaan tersebut dapat diketahui dengan jelas secara fisik maupun sifatnya, walaupun bagi sebagian orang kambing dan domba sering dianggap hewan yang sama, padahal secara genetik kambing dan domba adalah ternak yang berbeda. Secara umum perbedaan yang tampak pada domba dan kambing adalah sebagai berikut :
Bulunya Kambing: lurus dan tipis Domba : ikal atau agak gimbal dan tebal Daun telinga Kambing: panjang dan ujungnya terkulai ke bawah. Domba : pendek dan kecil. Ekor Kambing: mengarah ke atas Domba : mengarah ke bawah Pakan Kambing: suka daunan-daunan Domba : suka rerumputan Sifat Kambing: bisa hidup sendiri (soliter) Domba : suka berkelompok atau dalam kawanan
Tanduk Kambing: pendek dan mengarah ke atas. Domba : agak besar dan melengkung. Bau prengus Kambing: tanduk kambing jantan mengeluarkan kelenjar berbau prengus Domba : tidak Daging Kambing: lebih merah, lebih gurih, agak alot, dan berbau prengus Domba : Lebih empuk dan tidak berbau prengus Perilaku Kambing: suka memanjat, kadang berdiri dengan 2 kaki untuk menggapai dedaunan Domba : tidak Susu Kambing: biasa diambil susunya untuk dikonsumsi

Kenapa ber-ternak kambing gibas, kambing etawa atau sapi sangat menguntungkan?

Sebagai seorang agripreneur atau pebisnis petani peternak maka dengan adanya ternak, kita bisa seperti mempunyai pabrik pupuk sendiri. Ini menepis anggapan bahwa untuk memupuk 1 hektar sawah membutuhkan 8 ton pupuk kandang. Padahal kenyataanya dengan teknologi pertanian modern maka cukup dibutuhkan 5 kuintal kotoran saja, itu bisa dihasilkan dengan 2 ekor sapi atau 20 ekor kambing. Jadi kita tidak perlu beli pupuk.
Nah.. Dengan pupuk ini maka kita bisa memupuk ladang pertanian sendiri dengan hasil yang memuaskan. Kita akan memperoleh hasil pertanian banyak dan bahan pakan ternak melimpah. Tidak perlu beli pakan ternak karena bisa di dapat dari ladang sendiri. Pabrik Pupuk Karena ternak kambing/sapi kita terpenuhi gizinya maka ternak kita bertambah gemuk, kita bisa panen hasilnya. Berupa daging berupa kotoran untuk digunakan pupuk lagi, pupuk juga masih bisa dijual.
Maka petani akan mendapatkan keuntungan berkali kali lipat. Dengan teknologi dan pola tani ternak modern semua hasil ladang dan hasil ternak bisa dimanfaatkan dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Selain itu kita turut membantu memecahkan problem social, misalnya bau kotoran ternak hilang, tumpukan jerami yang tadinya dibakar dan asapnya mengganggu hilang, jerami yang jadi sarang binatang mbuk-mbuk juga hilang, petani makin sejahtera, dll. Kita tidak sekedar mengkampanyekan tentang jual produk semata, kita melatih petani peternak kambing/sapi untuk berfikir maju kedepan. Karena pertanian dan pe ternakan merupan tulang punggung kehidupan. Bagaimanapun juga selama manusia hidup akan tetap butuh makan. Alam ini disediakan untuk kita, dan otak ini diberikan untuk manusia agar kita bisa memanfaatkan sebaik-baiknya untuk kebaikan.

Cara Beternak Kambing Etawa dan manfaat susu kambing etawa

Cara Beternak Kambing Etawa dan manfaat susu kambing etawa


                                       

MINUM susu sapi. Itu sih biasa. Tapi minum susu kambing, Anda akan memperoleh manfaat luar biasa. Susu kambing diyakini banyak orang memiliki khasiat menyembuhkan penyakit jaundie (sakit kuning), asma, lelah, eksim (penyakit kulit) , migren (sakit kepala), bronchitis, TBC, karena kemampuannya yang bisa menggantikan Air Susu Ibu (ASI) bagi bayi. Susu kambing juga menjadi salah satu bahan utama dalam industri kosmetik. Di antaranya, digunakan sebagai bahan baku pembuatan shampo, sabun, deodoran dan beberapa jenis krim untuk muka dan badan.Permintaan susu kambing kian tahun meningkat. Di Malaysia, budi daya kambing perah mulai banyak dilirik berbagai kalangan pebisnis. Untuk merintis usaha tersebut, pemerintah Malaysia mengimpor induk kambing/domba perah dari Australia. Sedangkan di Indonesia, usaha ini sedikit sekali digeluti orang.
Dibanding beternak sapi perah, beternak kambing perah terbilang susah-susah gampang. Mudahnya, cara beternaknya tidak berbeda jauh dengan sapi perah. Sulitnya, kebanyakan kambing/domba Indonesia memproduksi susu relatif sedikit. Produksi susu kambing lokal berkisar 0,1-2,2 liter/ekor/hari. Sedangkan produksi susu kambing daerah sub-tropis dapat mencapai 5-6 liter/ekor/hari, ujar Doktor Biologi Reproduksi IPB, Surya Natal Tambing, saat mempertahankan disertasinya “Optimalisasi Pengembangan Pengencer Semen Beku dan Teknik Inseminasi dalam Upaya Produksi Kambing Persilangan Saanen-peranakan Etawah (Sapera)” di Kampus IPB, Darmaga, Bogor.

Menurutnya, rendahnya produksi susu kambing lokal dipengaruhi belum terspesialisasinya bangsa kambing lokal (tipe perah) sesuai tujuan produksi. Ditambah lagi sedikit upaya pemuliaan yang dilaksanakan peternak. Masalah tersebut dapat dipecahkan dengan melalui program pemuliaan. Yakni melalui persilangan kambing lokal dengan kambing bergenetik unggul dalam produksi susu. Kambing yang memenuhi persyaratan genetik tadi dapat dipilih dari jenis kambing Saanen. Untuk memperbaiki mutu genetik tersebut, satu-satunya cara adalah dengan metode inseminasi buatan (IB). “Di luar negeri metode ini telah diterapkan. Tingkat keberhasilannya sekira 33% – 73%. Sementara di Indonesia baru taraf uji coba,” kata pria yang sekarang bekerja di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi di Sulawesi itu.

Kendala utama dalam aplikasi teknologi IB pada kambing ialah kualitas semen (cairan sperma dan plasma kambing) beku rendah dan teknik inseminasi belum tepat. Kedua faktor tersebut berpengaruh secara simultan terhadap pemberdayaan teknologi IB pada kambing,” lanjut Surya.

Teknik inseminasi pada kambing tak semudah pada sapi ataupun kerbau. Hal ini disebabkan, anatomi reproduksi kambing betina kecil dan berbelok ke arah bawah. Sehingga insemination gun hanya mampu menembus mulut cervix (cincin satu). Selain itu, keberhasilan teknik inseminasi berkaitan erat dengan dosis inseminasi, waktu inseminasi dan tempat deposisi semen dalam saluran kelamin hewan betina.

Untuk mengatasi masalah itu, perlu dilakukan perbaikan. Dari hasil penelitiannya, Surya menyatakan kambing Saanen sangat cocok sebagai sumber penyedia semen pada kondisi tropis. Hal ini ditandai dengan tingginya kuantitas dan kualitas semen yang dihasilkan. Semen hasil ejakulasi tiga kali per hari dari kambing Saanen masih layak dipakai dalam program IB. Pengencer Tris-laktosa-kuning telur dengan konsentrasi kuning telur sebesar 20% dan tanpa pengeluaran plasma semen merupakan pengencer terbaik dalam program kriopreservasi (salah satu teknik penyimpanan beku) semen kambing Saanen. Pengencer tersebut dapat disimpan dalam keadaan kering pada suhu kamar selama empat minggu.

Waktu inseminasi buatan yang tepat kata Surya, adalah 60 jam setelah pencabutan CIDR dengan menggunakan semen beku kambing Saanen dosis 200 juta spermatozoa/0,25 ml. Sementara deposisi secara intracervical dapat memperbaiki tampilan reproduksi kambing PE (sapera). Ini terlihat dari tampilan produksi kambing hasil persilangan kambing Saanen dengan PE (sapera) lebih tinggi dibanding kambing local (PE)

Cara Ternak Kambing yang Baik dan Benar

Kambing merupakan binatang memamah biak yang berukuran sedang. Kambing ternak (Capra aegagrus hircus) adalah subspesies kambing liar yang secara alami tersebar di Asia Barat Daya (daerah "Bulan sabit yang subur" dan Turki) dan Eropa. Kambing liar jantan maupun betina memiliki tanduk sepasang, namun tanduk pada kambing jantan lebih besar. Umumnya, kambing mempunyai jenggot, dahi cembung, ekor agak ke atas, dan kebanyakan berbulu lurus dan kasar. Panjang tubuh kambing liar, tidak termasuk ekor, adalah 1,3 meter - 1,4 meter, sedangkan ekornya 12 sentimeter - 15 sentimeter. Bobot yang betina 50 kilogram - 55 kilogram, sedangkan yang jantan bisa mencapai 120 kilogram. Kambing liar tersebar dari Spanyol ke arah timur sampai India, dan dari India ke utara sampai Mongolia dan Siberia. Habitat yang disukainya adalah daerah pegunungan yang berbatu-batu.

Kambing salah satu hewan komoditi yang selalu mempunyai banyak permintaan salah satunya kambing etawa. Ini akan sangat menggiurkan lagi kalau kita bisa jual kambing kurban. Untuk bisa ternak kambing kita harus dapatkan bibit kambing yang sehat. Harga bibit kambing yang sehat bisa kita dapatkan dengan datang langsung ke orang yang jual bibit kambing, tidak sekedar nonton lewat internet. Belilah dari penjual yang berani menggaransi kesehatan kambing yang dijual.

Ternak kambing sudah lama diusahakan oleh petani atau masyarakat sebagai usaha sampingan atau tabungan karena pemeliharaan dan pemasaran hasil produksi (baik daging, susu, kotoran maupun kulitnya) relatif mudah. Meskipun secara tradisional telah memberikan hasil yang lumayan, jika pemeliharaannya ditingkatkan (menjadi semi intensif atau intensif), pertambahan berat badannya dapat mencapai 50 - 150 gram per hari. Ada tiga hal pokok yang harus diperhatikan dalam usaha ternak kambing, yaitu: bibit, makanan, dan tata laksana.

Memilih Bibit Kambing 
Pemilihan bibit harus disesuaikan dengan tujuan dari usaha, apakah untuk pedaging, atau perah (misalnya: kambing kacang untuk produksi daging, kambing etawah untuk produksi susu, dll). Secara umum ciri bibit yang baik adalah yang berbadan sehat, tidak cacat, bulu bersih dan mengkilat, daya adaptasi tinggi terhadap lingkungan.

Ciri Calon Induk Kambing 
1. Tubuh kompak, dada dalam dan lebar, garis punggung dan pinggang lurus, tubuh besar, tapi tidak terlalu gemuk.
2. Jinak dan sorot matanya ramah.
3. Kaki lurus dan tumit tinggi.
4. Gigi lengkap, mampu merumput dengan baik (efisien), rahang atas dan bawah rata.
5. Dari keturunan kembar atau dilahirkan tunggal tapi dari induk yang muda.
6. Ambing simetris, tidak menggantung dan berputing 2 buah. 
Ciri Calon Pejantan Kambing
1. Tubuh besar dan panjang dengan bagian belakang lebih besar dan lebih tinggi, dada lebar, tidak terlalu gemuk, gagah, aktif dan memiliki libido (nafsu kawin) tinggi.
2. Kaki lurus dan kuat.
3. Dari keturunan kembar.
4. Umur antara 1,5 sampai 3 tahun.
Pakan Kambing
Ternak kambing menyukai macam-macam daun-daunan sebagai pakan dasar dan pakan tambahan (konsentrat). Pakan tambahan dapat disusun dari (bungkil kalapa, bungkil kedelai), dedak, tepung ikan ditambah mineral dan vitamin. Pakan dasar umumnya adalah rumput kayangan, daun lamtoro, gamal, daun nangka, dsb. Pemberian hijauan sebaiknya mencapai 3 % berat badan (dasar bahan kering) atau 10 - 15 % berat badan (dasar bahan segar) 

Pemberian Pakan Induk Kambing
Selain campuran hijauan, pakan tambahan perlu diberikan saat bunting tua dan baru melahirkan, sekitar 1 1/2 % berat badan dengan kandungan protein 16 %. 

Kandang  Yang Cocok Untuk kambing
Pada prinsipnya bentuk, bahan dan konstruksi kandang kambing berukuran 1 1/2 m2 untuk induk secara individu. Pejantan dipisahkan dengan ukuran kandang 2 m2, sedang anak lepas sapih disatukan (umur 3 bulan) dengan ukuran 1 m/ekor. tinggi penyekat 1 1/2 - 2 X tinggi ternak. 

Pencegahan penyakit 
Sebelum ternak dikandangkan, kambing harus dibebaskan dari parasit internal dengan pemberian obat cacing, dan parasit eksternal dengan dimandikan. 
Pengelolaan reproduksi
Diusahakan agar kambing bisa beranak minimal 3 kali dalam dua tahun. Hal-hal yang harus diperhatikan adalah :

a. Kambing mencapai dewasa kelamin pada umur 6 s/d 10 bulan, dan sebaiknya dikawinkan pada umur 10-12 bulan atau saat bobot badan mencapai 55 - 60 kg.
b. Lama birahi 24 - 45 jam, siklus birahi berselang selama 17 - 21 hari.
c. Tanda-tanda birahi : gelisah, nafsu makan dan minum menurun, ekor sering dikibaskan, sering kencing, kemaluan bengkak dan mau/diam bila dinaiki.
d. Ratio jantan dan betina = 1 : 10  Saat yang tepat untuk mengawinkan kambing adalah :
a. Masa bunting 144 - 156 hari (.... 5 bulan).
b. Masa melahirkan, penyapihan dan istirahat ± 2 bulan.
Pengendalian Penyakit
Hendaknya ditekankan pada pencegahan penyakit melalui sanitasi kandang yang baik, makanan yang cukup gizi dan vaksinasi. Penyakit yang sering menyerang kambing adalah: cacingan, kudis (scabies), kembung perut (bloat), paru-paru (pneumonia), orf, dankoksidiosis.